The Power of Cheering dalam Event Lari
Sejak langkah pertama dilepaskan di garis start, lari bukan hanya soal kaki yang bergerak maju. Ada ragu yang datang diam-diam, ada lelah yang muncul tanpa aba-aba, dan ada momen ketika semangat naik dan turun sepanjang perjalanan.Semua itu merupakan bagian dari perjalanan dan proses pelari dalam menaklukkan jarak demi mencapai garis finish. Meski persiapan fisik sudah dilakukan jauh hari sebelum race day, pada saat di lintasan sering kali menghadirkan tantangan yang berbeda. Di sinilah dukungan emosional memegang peran penting.
Sorakan, tepuk tangan, hingga kata-kata sederhana dari penonton maupun petugas menjadi jangkar kecil bagi para pelari untuk bertahan, menguatkan mental, dan mengingatkan bahwa perjalanan tidak dilalui sendirian. Menariknya, sorakan tidak harus personal untuk bisa berdampak. Bahkan sorakan umum seperti “ayo semangat!” atau “good job” bisa terasa sangat berarti. Kalimat-kalimat sederhana itu bekerja dengan memberikan validasi untuk memberikan perasaan diakui, dilihat, dan dihargai, yang seringkali memberi dorongan ekstra.
Tak heran jika di sepanjang rute race seringkali kita menjumpai sekelompok orang maupun individu yang berdiri membawa sejuta energi untuk para pelari yang sedang berjuang. Dukungan dan penyemangat tersebut ternyata memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar keramaian di pinggir rute.
Bahkan hal ini telah dibahas dalam sebuah penelitian di The Sport Psychologist oleh Sophie Gibbs-Nicholls, Alister McCormick, dan Melissa Coyle (2022), yang mengungkap bahwa dukungan yang bersifat instruktif dan motivasional, serta antusiasme penonton yang tulus sering kali tercermin kembali pada emosi dan perilaku pelari, memicu rasa percaya diri, kebanggaan, dan dorongan untuk terus berusaha. Namun, sorakan juga bisa membawa tekanan jika terasa seperti tuntutan untuk “tampil baik” di depan penonton. Karena itu, interaksi yang dilakukan dengan dukungan, empatik, terbukti mampu memperkuat dampak positif cheering itu sendiri.
Pada akhirnya, kekuatan cheering atau dukungan tidak terletak pada seberapa keras suara teriakan, melainkan bagaimana bentuk kehadirannya. Cheering memang tidak memperpendek jarak, namun dukungan yang berkualitas dan dilakukan dengan empatik, jujur, serta peka terhadap konteks mampu menghidupkan suasana race dan benar-benar menjadi energi yang menemani setiap langkah pelari.
Author: Gita Rosa